Friday, September 28, 2012

SURRENDER




Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, 17 Mei 2011, pukul 3 sore…Sekali lagi Tuhan menguji saya dengan suatu masalah yang sangat besar… a very huge problem…Saya tidak bisa menjelaskan detail masalahnya, tapi yang jelas masalah ini bisa menghancurkan karir saya…Begitu mendapat masalah ini, rasanya tulang-tulang saya seperti mau rontok, nafas terasa sesak, hati berdebar, pikiran blank, mau menangis tapi nggak ada airmata yang keluar…rasanya sudah nggak ada harapan lagi…saya sampai berpikir : Tuhan pasti mau menghukum saya !

Kemudian, saya naik ke atas lt.2, masuk ke kamar, dengan langkah yang tidak bertenaga…Berusaha menarik napas dan tetap berpikir positif…Menenangkan diri dan ‘ngedem-ngedem awake dewe, klo istilah orang Jawa’…Dan sedikit demi sedikit, saya bisa mendengar suara Roh Kudus yang membisikkan ”..semuanya akan baik-baik saja, jangan kuatir…” Setelah berdiam diri sejenak, saya mulai berdoa, menyembah Tuhan, dan berusaha mencari wajahNya, dan rencanaNya atas peristiwa ini…

Setelah menyanyikan satu lagu pujian , kemudian menyembah, saya tetap tidak merasakan apa-apa……( walaupun saya tahu, bahwa berkomunikasi dengan Tuhan  TIDAK BOLEH mengandalkan perasaan…) pikiran saya tetap blank, hati saya justru merasa bertambah khawatir…saya takut, wah, jangan2 Tuhan benar2 meninggalkan saya ( karena saya tidak merasakan apa-apa itu tadi) dan Dia sedang ingin menghukum saya ! Saya menjadi bertambah panik.

Kemudian saya berniat untuk datang ke KKR Pdt. Niko, yang memang sore itu sedang diselenggarakan di kota saya… saya tidak berniat mendapatkan mujijat kesembuhan, saya hanya ingin menemuiNya ! ( sekali lagi, saya tahu itu salah, sebab tentu saja Tuhan bisa ditemui dimana saja  :) )

Saya mengajak suami saya ( yang anti KKR ), dan ternyata dia menyetujuinya…saya berpikir, mungkin dia sendiri sudah saking stressnya sampai tidak bisa berkata tidak untuk ajakan saya ini … ( pekerjaan kami sama, jadi permasalahan ini juga sangat mengkhawatirkan dia ) Kemudian kami berangkat, namun sepanjang perjalanan, kami diam seribu bahasa, sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Di sana, saya tidak mendapatkan “jamahan luar biasa “ yang saya cari…tapi dengan melihat sorak sorai saudara seiman, yang mengatakan “ Tuhan Yesus baik, kekal selamanya…!!!! “ , saya seakan disadarkan bahwa Tuhan tidak dan tidak akan pernah meninggalkan saya…pengharapan saya mulai bangkit…saya tidak boleh menyerah…Kemudian saya terus menyanyikan lagu “ Di Dalam HadiratMU “…ada syairnya, “ ku bersyukur buat kebaikanMu, anugrahMu limpah atasku, ku bersyukur sbab Kau baik, ku mengasihiMu Allahku……”saya berkata di dalam hati, Tuhan, saya percaya mujijat pasti terjadi, dan saya akan menyanyikan lagu ini besok dengan penuh sukacita..Engkau akan menyelesaikan permasalahan saya.

Di malam hari, saya hanya berdoa sekedarnya, karena pikiran yang masih blank itu tadi, saya hanya menjalankan rutinitas doa, ucapan syukur, untuk keluarga, untuk kesehatan, amin….saya ingin beristirahat dengan nyenyak. Dan puji Tuhan, Dia mengijinkan saya untuk bisa beristirahat dengan cukup, tidak terbangun di tengah malam…saya baru menyadari, bahwa di alam bawah sadar saya, saya sudah ‘rileks dalam iman’ sama seperti yang dikatakan Rick Warren.

Besok paginya, saya terbangun pukul 5 pagi, dan secara tiba tiba , tanpa saya sadari, saya sudah melakukan penyembahan, dan berdoa dengan lancarnya…saya terlibat percakapan yang luar biasa dengan Tuhan,…seperti 2 orang yang sedang bertanya jawab…Tapi Tuhan tidak berbicara terlalu banyak, Dia hanya mengatakan “ Aku mengasihimu, jangan kuatir’…setelah selesai berdoa, saya merasa jiwa dan roh saya telah disegarkan, dan saya merasa kuat untuk menyongsong hari itu dengan segala kosekuensi nya..

Kemudian saya berangkat bekerja, dan Roh Kudus mulai mengajak saya berbicara terus menerus tiada henti…saya sampai kebingungan bagaimana harus menjawab Roh Kudus, dan bagaimana harus menjawab pertanyaan suami, maupun anak buah saya… HAL ITU ADALAH PENGALAMAN TERINTIM SAYA DENGAN TUHAN SEJAK SAYA MENGENALNYA…

Dalam percakapan tersebut, saya bertanya jawab dengan Tuhan, saya menyatakan kekhawatiran saya, ketakutan saya, permohonan ampun saya….( namun saya tidak pernah berpikir, jika kemungkinan  terburuk terjadi, apa yang kira-kira akan saya lakukan? SAYA PERCAYA MUJIJAT PASTI TERJADI…..) dan saudara tahu, apa yang saya dapat ? Saya seperti merasakan Tuhan menertawakan kekhawatiran saya, yang bagi Dia tidak beralasan..saya seperti anak kecil yang merengek untuk sesuatu yang sudah saya peroleh…Tuhan berkata, “ AnakKu, engkau akan mengetahui solusi masalah mu dalam waktu singkat… Aku hanya ingin mengetahui apakah engkau sungguh-sungguh mengasihiKu seperti apa yang sering kau ucapkan dalam doa-doamu…Aku ingin mengetaui apakah engkau adalah orang yang tepat untuk memenuhi panggilanKu..” Wah, saya bertambah bingung, solusi yang cepat? Seperti apa ya kira-kira? …is it gonna be good or bad? Dan betapa bodohnya saya untuk tidak menghiraukan kalimat-kalimat sesudahnya.

Semakin saya berbincang dengan Tuhan, saya semakin lebih rileks lagi, saya semakin berserah dan percaya bahwa Dia akan menyelesaikan masalah saya ini dengan caraNya yang indah…
Saya bahkan tidak merasakan haus dan lapar ( karena saya comitment untuk puasa sejak sehari sebelumnya) sampai suami saya mengingatkan, sudah waktunya untuk berbuka.

Dan kemudian, mujijat itu terjadilah….tepat pukul 3 sore, kabar itu datang…Tuhan meluputkan saya dari bencana…Dia baik…. Dia memegang janjiNya… Dia menunjukkan kepada saya apa itu arti SETIA…selama 24 jam Dia mebiarkan saya dalam ketidakpastian, dalam proses, apakah saya bisa bergantung dan mengandalkan Dia atau tidak…dan hanya 24 jam…bukankah itu waktu yang sangat singkat? Bukankah Dia Allah yang pemurah ?

Dari peristiwa ini, saya ingin membagikan kepada saudara-saudara semua, sesuatu yang terkandung dalam ayat Mazmur 103:13 : Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Ayat ini sungguh-sungguh sangat memberkati saya. Ayat ini seperti mengingatkan kepada saya, bahwa selama kita takut, taat, dan menjalankan perintahNya, kita bisa mengklaim janji-janjiNya kepada kita, dan Dia pasti akan menepatinya, karena Dia Allah yang tidak pernah ingkar janji…tapi hanya jika kita takut akan Dia.....

Sebagai umat pilihan, Allah ingin menguji kita, apakah kita benar-benar layak dikategorikan sebagai umat pilihanNya? Umat yang takut, taat dan percaya hanya kepadaNya, dan bukan kepada yang lain…apakah kita bisa setia, apakah kita bisa tetap mengatakan bahwa Dia baik, sekalipun kita menghadapi berbagai macam ujian dan proses hidup yang menyakitkan? Allah ingin kita menjadi batu permata, dan bukan batu biasa…Dia ingin menjadikan kita berharga…apakah Anda dan saya siap untuk dijadikan umat pilihanNya yang sangat berharga?

Ayat-Ayat Penguat :

Yakobus 4:2b
Yakobus 5:16b
Yeremia 33:3
I Kor 10:13

Pesan : tetaplah berkomunikasi dengan Allah, cari hadiratNya senantiasa, apapun kondisi dan situasiNya...
seperti Yakub berkata  : "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."... berdoalah, sampai Allah mengubahkan segala peristiwa buruk menjadi kebaikan...


Tuhan Memberkati

No comments:

Post a Comment