Peristiwa ini
terjadi pada hari Selasa, 17 Mei 2011, pukul 3 sore…Sekali lagi Tuhan
menguji saya dengan suatu masalah yang sangat besar… a very huge
problem…Saya tidak bisa menjelaskan detail masalahnya, tapi yang jelas
masalah ini bisa menghancurkan karir saya…Begitu mendapat masalah ini,
rasanya tulang-tulang saya seperti mau rontok, nafas terasa sesak, hati
berdebar, pikiran blank, mau menangis tapi nggak ada airmata yang
keluar…rasanya sudah nggak ada harapan lagi…saya sampai berpikir : Tuhan
pasti mau menghukum saya !
Kemudian, saya naik ke atas
lt.2, masuk ke kamar, dengan langkah yang tidak bertenaga…Berusaha
menarik napas dan tetap berpikir positif…Menenangkan diri dan
‘ngedem-ngedem awake dewe, klo istilah orang Jawa’…Dan sedikit demi
sedikit, saya bisa mendengar suara Roh Kudus yang membisikkan
”..semuanya akan baik-baik saja, jangan kuatir…” Setelah berdiam diri
sejenak, saya mulai berdoa, menyembah Tuhan, dan berusaha mencari
wajahNya, dan rencanaNya atas peristiwa ini…
Setelah
menyanyikan satu lagu pujian , kemudian menyembah, saya tetap tidak
merasakan apa-apa……( walaupun saya tahu, bahwa berkomunikasi dengan
Tuhan TIDAK BOLEH mengandalkan perasaan…) pikiran saya tetap blank,
hati saya justru merasa bertambah khawatir…saya takut, wah, jangan2
Tuhan benar2 meninggalkan saya ( karena saya tidak merasakan apa-apa itu
tadi) dan Dia sedang ingin menghukum saya ! Saya menjadi bertambah
panik.
Kemudian saya berniat untuk datang ke KKR Pdt.
Niko, yang memang sore itu sedang diselenggarakan di kota saya… saya
tidak berniat mendapatkan mujijat kesembuhan, saya hanya ingin
menemuiNya ! ( sekali lagi, saya tahu itu salah, sebab tentu saja Tuhan
bisa ditemui dimana saja :) )
Saya mengajak suami saya (
yang anti KKR ), dan ternyata dia menyetujuinya…saya berpikir, mungkin
dia sendiri sudah saking stressnya sampai tidak bisa berkata tidak untuk
ajakan saya ini … ( pekerjaan kami sama, jadi permasalahan ini juga
sangat mengkhawatirkan dia ) Kemudian kami berangkat, namun sepanjang
perjalanan, kami diam seribu bahasa, sibuk dengan pikiran kami
masing-masing. Di sana, saya tidak mendapatkan “jamahan luar biasa “
yang saya cari…tapi dengan melihat sorak sorai saudara seiman, yang
mengatakan “ Tuhan Yesus baik, kekal selamanya…!!!! “ , saya seakan
disadarkan bahwa Tuhan tidak dan tidak akan pernah meninggalkan
saya…pengharapan saya mulai bangkit…saya tidak boleh menyerah…Kemudian
saya terus menyanyikan lagu “ Di Dalam HadiratMU “…ada syairnya, “ ku
bersyukur buat kebaikanMu, anugrahMu limpah atasku, ku bersyukur sbab
Kau baik, ku mengasihiMu Allahku……”saya berkata di dalam hati, Tuhan,
saya percaya mujijat pasti terjadi, dan saya akan menyanyikan lagu ini
besok dengan penuh sukacita..Engkau akan menyelesaikan permasalahan
saya.
Di malam hari, saya hanya berdoa sekedarnya, karena
pikiran yang masih blank itu tadi, saya hanya menjalankan rutinitas doa,
ucapan syukur, untuk keluarga, untuk kesehatan, amin….saya ingin
beristirahat dengan nyenyak. Dan puji Tuhan, Dia mengijinkan saya untuk
bisa beristirahat dengan cukup, tidak terbangun di tengah malam…saya
baru menyadari, bahwa di alam bawah sadar saya, saya sudah ‘rileks dalam
iman’ sama seperti yang dikatakan Rick Warren.
Besok
paginya, saya terbangun pukul 5 pagi, dan secara tiba tiba , tanpa saya
sadari, saya sudah melakukan penyembahan, dan berdoa dengan
lancarnya…saya terlibat percakapan yang luar biasa dengan Tuhan,…seperti
2 orang yang sedang bertanya jawab…Tapi Tuhan tidak berbicara terlalu
banyak, Dia hanya mengatakan “ Aku mengasihimu, jangan kuatir’…setelah
selesai berdoa, saya merasa jiwa dan roh saya telah disegarkan, dan saya
merasa kuat untuk menyongsong hari itu dengan segala kosekuensi nya..
Kemudian
saya berangkat bekerja, dan Roh Kudus mulai mengajak saya berbicara
terus menerus tiada henti…saya sampai kebingungan bagaimana harus
menjawab Roh Kudus, dan bagaimana harus menjawab pertanyaan suami,
maupun anak buah saya… HAL ITU ADALAH PENGALAMAN TERINTIM SAYA DENGAN
TUHAN SEJAK SAYA MENGENALNYA…
Dalam percakapan tersebut,
saya bertanya jawab dengan Tuhan, saya menyatakan kekhawatiran saya,
ketakutan saya, permohonan ampun saya….( namun saya tidak pernah
berpikir, jika kemungkinan terburuk terjadi, apa yang kira-kira akan
saya lakukan? SAYA PERCAYA MUJIJAT PASTI TERJADI…..) dan saudara tahu,
apa yang saya dapat ? Saya seperti merasakan Tuhan menertawakan
kekhawatiran saya, yang bagi Dia tidak beralasan..saya seperti anak
kecil yang merengek untuk sesuatu yang sudah saya peroleh…Tuhan berkata,
“ AnakKu, engkau akan mengetahui solusi masalah mu dalam waktu singkat…
Aku hanya ingin mengetahui apakah engkau sungguh-sungguh mengasihiKu
seperti apa yang sering kau ucapkan dalam doa-doamu…Aku ingin mengetaui
apakah engkau adalah orang yang tepat untuk memenuhi panggilanKu..” Wah,
saya bertambah bingung, solusi yang cepat? Seperti apa ya kira-kira?
…is it gonna be good or bad? Dan betapa bodohnya saya untuk tidak
menghiraukan kalimat-kalimat sesudahnya.
Semakin saya
berbincang dengan Tuhan, saya semakin lebih rileks lagi, saya semakin
berserah dan percaya bahwa Dia akan menyelesaikan masalah saya ini
dengan caraNya yang indah…
Saya bahkan tidak merasakan haus dan
lapar ( karena saya comitment untuk puasa sejak sehari sebelumnya)
sampai suami saya mengingatkan, sudah waktunya untuk berbuka.
Dan
kemudian, mujijat itu terjadilah….tepat pukul 3 sore, kabar itu
datang…Tuhan meluputkan saya dari bencana…Dia baik…. Dia memegang
janjiNya… Dia menunjukkan kepada saya apa itu arti SETIA…selama 24 jam
Dia mebiarkan saya dalam ketidakpastian, dalam proses, apakah saya bisa
bergantung dan mengandalkan Dia atau tidak…dan hanya 24 jam…bukankah itu
waktu yang sangat singkat? Bukankah Dia Allah yang pemurah ?
Dari peristiwa ini, saya ingin membagikan kepada saudara-saudara semua, sesuatu yang terkandung dalam ayat Mazmur 103:13 : Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Ayat
ini sungguh-sungguh sangat memberkati saya. Ayat ini seperti
mengingatkan kepada saya, bahwa selama kita takut, taat, dan menjalankan
perintahNya, kita bisa mengklaim janji-janjiNya kepada kita, dan Dia
pasti akan menepatinya, karena Dia Allah yang tidak pernah ingkar janji…tapi hanya jika kita takut akan Dia.....
Sebagai
umat pilihan, Allah ingin menguji kita, apakah kita benar-benar layak
dikategorikan sebagai umat pilihanNya? Umat yang takut, taat dan percaya
hanya kepadaNya, dan bukan kepada yang lain…apakah kita bisa setia,
apakah kita bisa tetap mengatakan bahwa Dia baik, sekalipun kita
menghadapi berbagai macam ujian dan proses hidup yang menyakitkan? Allah
ingin kita menjadi batu permata, dan bukan batu biasa…Dia ingin
menjadikan kita berharga…apakah Anda dan saya siap untuk dijadikan umat pilihanNya yang sangat berharga?
Ayat-Ayat Penguat :
Yakobus 4:2b
Yakobus 5:16b
Yeremia 33:3
I Kor 10:13
Pesan : tetaplah berkomunikasi dengan Allah, cari hadiratNya senantiasa, apapun kondisi dan situasiNya...
seperti
Yakub berkata : "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau
tidak memberkati aku."... berdoalah, sampai Allah mengubahkan segala
peristiwa buruk menjadi kebaikan...
Tuhan Memberkati